Berita

Jan 11, 2016

Sektor Perikanan Aceh Belum Optimal

Lhokseumawe (ANTARA Aceh) – Pengamat Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Utara, Provinsi Aceh, Wahyuddin Albra mengatakan, sektor perikanan di provinsi tersebut masih belum optimal dan pemerintah harus lebih serius untuk mengelolanya.

“Sebenarnya sektor perikanan Aceh sangat mendukung untuk pertumbuhan ekonomi, hal itu terjadi apabila pemerintah benar-benar serius untuk mengelolanya. Kalau sekarang, sektor perikanan tersebut masih belum optimal,” ujar Wahyuddin di Lhokseumawe, Senin.

Wahyuddin menambahkan, hal-hal yang masih belum optimal berupa, para nelayan di Provinsi Aceh masih menggunakan boat-boat ukuran kecil untuk menangkap ikan dan hanya mampu bertahan beberapa hari saja di laut.

Seharusnya para nelayan sudah harus menggunakan boat yang lebih modern untuk menangkap ikan dan bisa bertahan selama beberapa minggu di lautan, serta didukung dengan alat navigasi untuk melacak keberadaan ikan.

“Coba saja liat, masih banyak nelayan Aceh yang menggunakan boat ukuran kecil untuk menangkap ikan. Apabila menggunakan boat yang lebih canggih, maka nelayan kita bisa berlayar sampai ke Zona Ekonomi Ekslusif,” tutur Wahyuddin.

Menurutnya, pemerintah sudah membuat kebijakan untuk memperketat penjagaan di wilayah laut, sehingga para nelayan-nelayan asing tidak bisa lagi mengambil ikan di wilayah perairan Indonesia.

Sehingga bisa dipastikan, hasil produksi ikan dari negara-negara tetangga tersebut menjadi berkurang, seperti contoh Negara Thailand, nelayannya mengambil ikan sampai ke wilayah Indonesia.

“Kalau sudah penjagaan yang begitu ketat, maka hasil produksi ikan di daerah Aceh juga bisa semakin meningkat, apalagi daerah kita ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan daerah itu sangat strategis,” kata Wahyuddin.

Wahyuddin mengimbau Pemerintah Aceh untuk fokus dalam mengembangkan sektor pertanian, karena sangat berpotensi untuk menunjang pertumbuhan perekonomian dan bisa melakukan pemberdayaan bagi nelayan.

//aceh.antaranews.com/berita/28343/sektor-perikanan-aceh-belum-optimal