Berita

Mar 11, 2013

Dekan: Pemerintah Harus Cari Alternatif Manfaatkan Gerbong Kereta Api

DEKAN Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal), Wahyuddin SE MSi menyarankan pemerintah mencari solusi alternatif untuk memanfaatkan dua gerbong kereta api di Aceh Utara agar tidak menjadi besi tua.

“Gerbong kereta api itu tidak boleh jadi besi tua, karena akan sangat merugikan negara, pemerintah harus cari alternatif lain untuk dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Wahyuddin ditemui ATJEHPOSTcom di Kampus Unimal, Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin, 11 Maret 2013.

Salah satu solusi alternatif, kata Wahyuddin, gerbong kereta yang saat ini digudangkan di Kompleks Stasiun Kereta Api di Ulee Madon, Muara Batu, Aceh Utara dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Namun, kata dia, akan lebih bermanfaat lagi apabila jalur kereta api tersebut dihubungkan ke Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara.

“Jika untuk kereta wisata mungkin hanya masyarakat sekitar yang menikmati. Kalau ingin menambah pendapatan maka harus dihubungkan dengan pelabuhan, sehingga ketika pelabuhan barang hidup, tentu hasil komoditi pertanian dan perkebunan atau barang lainnya dapat diangkut menggunakan kereta api,” kata Wahyuddin.

Wahyuddin mengaku prihatin melihat kondisi rel kereta api yang terlantar di lintasan Aceh Utara dan Lhokseumawe. Bahkan jalur rel kereta api di kawasan Cot Sabong, Muara Dua, Lhokseumawe sudah diaspal menjadi badan jalan.

“Ada yang sudah diaspal dijadikan jalan dan ada rel yang hilang entah kemana, itu sangat memprihatikan. Makanya gerbong kereta yang sudah ada harus bisa dimanfaatkan supaya rel tidak hilang dan gerbong kereta itu tidak menjadi besi tua,” kata Wahyuddin.

Sumber: Atjeh Post