Berita

Sep 06, 2013

Dekan FE Unimal: Kalau dibangun Kilang BBM Arun akan bangkitkan ekonomi masyarakat

DEKAN Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (FE Unimal), Wahyuddin Albra menilai rencana pembangunan Kilang Bahan Bakar Minyak atau BBM langkah tepat untuk menyelamatkan aset Kilang LNG Arun dan membangkitkan perekonomian masyarakat.

“Memang itu sangat diharapkan oleh masyarakat, karena pertama itu akan menyelamatkan aset Arun yang sudah ada, kedua akan membuka lapangan kerja baru dan itu akan menghidupkan ekonomi masyarakat Aceh,” ujar Wahyuddin, Kamis, 5 September 2013.

Wahyuddin menyebutkan, Pemerintah Pusat mesti mendukung proyek Kilang BBM di Arun, Lhokseumawe. Kata dia, pemerintah Aceh dan masyarakat juga perlu memberikan dukungan penuh.

“Perusahaan yang pernah jaya menghasilkan LNG terbesar di dunia itu memiliki aset bernilai triliunan. Dari segi kemampuan kilang, Arun juga sangat memungkinkan untuk dikembangkan berbagai industri lain, tidak hanya bertumpu pada satu kegiatan saja. Jika tidak, Arun akan jadi besi tua,” katanya.

Ia menyarankan agar pemerintah juga bisa memanfaatkan generator listrik yang ada di kompleks Kilang LNG Arun. “Generator itu bisa membantu kebutuhan listrik untuk Aceh, bisa meminimalkan ketergantungan listrik dari pembangkit di Medan seperti selama ini,” kata Wahyuddin.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Wahyuddin, dibutuhkan keseriusan mencari solusi menghidupkan kembali generator di Arun yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Aceh. Sehingga, kata dia, Perusahaan Listrik Negara (PLN) nantinya bisa membeli daya listrik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk oleh Pemerintah Aceh mengelola aset tersebut.

“Seperti halnya untuk menarik minat investor. Aceh harus menyediakan fasilitas yang baik, salah satunya adalah listrik. Jika pemerintah berhasil menghidupkan itu (generator listrik Arun), maka kita tidak akan susah menarik minat investor ke Aceh,” ujar Wahyuddin.[]